Monday, July 30, 2012

Gena Showalter - Wicked Nights



Horeeee... Akhirnya baca dan selesai juga.
Sebetulnya saya bukan pecinta genre paranormal, malah nggak terlalu tertarik sebetulnya. Sampe sekarang pun nggak. Tapi kadang-kadang cover dan judulnya sangat menggoda, jadi tertarik juga. Meskipun sampe sekarang jumlah buku yang udah saya baca dari genre ini masih bisa dihitung dengan jari. 


Anyway, karna dari dulu gak trlalu suka novel science-fiction/fantasy dan semacamnya, saya butuh waktu lebih lama untuk mencerna nama-nama, kejadian dll yang tidak familiar. Apalagi karna sebelumnya pernah baca buku seri LotU (Lords of the Underworld) yang pertama (dan satu-satunya), The Darkest Night (jangan tanya judul bahasa Indonesia-nya ya. Saya nggak pernah hafal), saya mencoba mengingat-ingat jenis-jenis dan peran berbagai makhluk yg ada.
Karena saya juga suka cuek ama riviu orang, bahkan sama bahasan si penulis sendiri tentang buku yang ditulisnya, saya nggak ngeh kalo buku ini masih nyambung (spin-off) dari seri LotU. Baru ngeh di halaman 241 (eaaaa... telat beneer) pas Paris muncul. Itupun jg gak lgsg konek. Masih pake acara mikir, 'Paris? Demon of Promiscuity? Paris? Sounds very familiar. Hmm...' 
Jeda beberapa detik, lalu, TING!! Ya ampun, Paris-nya LotU bukan ya?!
Dan di beberapa halaman kemudian muncullah tokoh-tokoh lain yg saya kenal di LotU. Amun, Anya, mmm... siapa lagi yak? Padahal saya juga belum baca buku-buku yang menceritakan tentang mereka sih, tapi ya udah familiar dikitlah dengan nama-nama itu.

Anyway, butuh waktu beberapa hari untuk saya membaca dan menyelesaikan buku ini. Yes, saya kalo baca amat sangat dihayati dan tergantung mood. Harus saya akui buku ini lumayan, saya suka. Plot cerita dan karakter-karakternya cukup kuat (buat saya lho)... saya suka sama Annabelle, dan dialog-dialog serta interaksinya dengan Zacharel.
Saya nggak sabar baca cerita tentang Thane, tapi harus bersabar, karena di buku berikutnya yang diangkat adalah si Koldo.

Tapi, kenapa endingnya agak mirip sama The Darkest Night yak? :p



NOTE: Salah satu alasan saya beli buku ini (padahal nggak doyan paranormal) adalah karena covernya. Body cowoknya itu lhooo... nggak nahaaaaaaaan... 

Bintang 4 deh buat buku ini. ^^

Friday, June 15, 2012


It's finally here! 
2 buku baru (mahal) yang aku bela-belain beli. Hihihihi...
Yang kiri gara-gara stoknya tinggal satu (dan takut gak kebagian lagi kayak waktu itu), yang satu cuma gara-gara ada nama Sandra Brown (meskipun dia cuma ngedit, gak ikutan nulis) dan suka covernya.

Kira-kira, manakah yang akan saya baca (dan paling penting, selesai baca) duluan?

Tuesday, May 29, 2012

Paul Marron on the Cover



Oke, it's another confession to make. Saya (cukup) ngefans ama Paul Marron. Buat para penggila novel roman, apalagi penggila cover novel yang keren, (hampir) pasti tau siapa PM. Jadilah saya koleksi novel-novelnya yang covernya saya suka (meskipun ternyata beberapa setelah dibaca nggak bagus-bagus banget. Biasa banget malah. Nggak heran ada yang pernah komen, sejelek apapun itu novel, asal ada PM di covernya, pasti laku. Hahahaha...
Dan si PM ini emang laku banget. Terhitung ada lebih dari 300 novel di mana dia jadi model di cover ato insert picturenya. Gila ya. 300 novel!! Dan masih terus bertambah karena dia makin laku.


Anyway, Lagi iseng2x foto koleksi novel dengan Paul di covernya, bokap masuk kamar dan memerhatikan.


Bokap: Ini mau dijual?
Me: Nggak, ini koleksiku
Bokap: Sayang amat. Jual aja deh. Itu yang di lemari juga udah banyak banget. Jual aja sekalian. Kan duitnya lumayan buat beli rak lagi.
Me: Hmpfh!Tapi kalo dipikir-pikir bener juga sih. What do you think, girls? :D

Sunday, May 20, 2012

Rak Buku (Baru) Didi

Rak buku baru!

Dibeliin sama Ayah yang sebel (and ilpil kali yaaaa) liat tumpukan kardus berisi buku-buku dagangan berserakan dengan tidak anggunnya di ruang tengah, terlihat langsung dari ruang tamu.

Jadi hari Minggu yang lalu, berangkatlah kami ke Ace Hardware dan memutuskan beli 4 rak dulu, sementara.
Raknya ini merakitnya gampang, praktis dan kuat. Love it!
Dan yang langsung semangat memenuhi rak ini dengan buku-buku daganganku ya si Ayah. Beliau bahkan berinisiatif masukin buku-buku ini ke plastik biar nggak berdebu. Si Ayah juga setelah memerhatikan beberapa waktu berkomentar, "Kayaknya kita perlu nambah lagi raknya. Nambah berapa ya? 4? 5?"
Weeew ... nanti dulu kali ya. Ini juga belum terlalu penuh kok. Tapi setelah ditaro di rak begini, baru sadar, ternyata buku dagangannya banyak juga. Padahal gak berniat sebanyak ini, lha wong jualannya juga belum maksimal. =P

So Happy! Rumah jadi lebih rapi (meskipun masih ada tumpukan kardus isi baju dan perlengkapan mengepak kayak bukti resi, lakban, gunting, bubble wrap, kertas2x pembungkus dll). Hihihihi...

Baru sadar (*:hah???), si Ayah baik ya.
Thank you very much, Ayah. I love you! ^^

Saturday, March 17, 2012

The Fine Art of Truth or Dare



The Fine Art of Truth or Dare 

Ella is nearly invisible at the Willing School, and that's just fine by her. Still, it's hard being a nobody and having a crush on the biggest somebody in the school: Alex Bainbridge. Especially when he is her French tutor, and lessons have started becoming, well, certainly more interesting than French ever has been before.
(diambil dari Goodreads)

Pertama kali liat covernya, saya langsung jatuh cinta. Saya bukan penyuka buku-buku remaja (Young Adult, teenlit), kalopun baca hanya judul-judul tertentu hasil rekomendasi orang yang tentu saja modal pinjem. Demam Twilight agak-agak bikin saya males. Jadilah saya nggak pernah benar-benar tertarik.
Tapi gara-gara ngeliat cover buku ini, saya langsung tertarik. Dari sinopsisnya sih saya nebak ini ceritanya bakal standard. Tapi ya udah kadung naksir sama covernya, saya beli deh. Jadi ini buku remaja saya yang pertama saya beli dengan sangat antusias, setelah bertahun-tahun nggak tertarik lagi sama buku remaja. (Buku remaja lain kayak GirlTalk juga banyak, tapi itu udah jadul banget. Hehehehe...
Begitu buku ini ada di tangan, nggak peduli betapa antrian buku yang harus dan sedang dibaca sudah panjang, semua saya singkirkan demi buku ini. Bahkan saya sampe bawa ke kampus (dan logikanya nggak mungkin juga baca karena pasti bakal padat mengerjakan tugas).
Dan sudah selesai membacanya.
Kesannya: Biasa aja. Dari segi cerita, karakter, dan alur semua terasa biasa. Tapi dari ke'biasa'annya itu saya cukup menikmati. Ceritanya simpel, manis dan nggak ribet. Semuanya khas cerita remaja kebanyakan deh. Si tokoh cewek, Ella, termasuk anak nggak gaul tapi pinter, si tokoh cowok, Alex, masuk golongan orang tajir keren pintar dan aktif. Ada karakter para sahabat yang juga setipe sama tokoh utama, tokoh cewek populer tapi judes dan sombong yang jadi saingan, dll. 
Adegan-adegannya juga udah bisa ditebak, adegan canggung dan memalukan yang melibatkan Ella, Alex atau Amanda (si cewek populer), first moment Ella bisa ngobrol sama Alex atau pergi bareng Alex, first kiss. Semua yang biasa ditemuin di cerita remaja (baik novel dan film) ada di sini. :D
Yang saya suka:
  • Saya suka nama Alex. :D Jadi kenyataan bahwa nama tokoh utama cowoknya adalah Alex sudah membuat saya senang. Plus saya suka nama Leo, bonus deh kakaknya Ella namanya Leo. :D
  • Saya suka adegan Ella 'ngobrol' sama Edward Willing (baik ketika Edward berwujud patung atau gambar).
  • Saya suka adegan Alex dateng bareng kedua ortunya (selebriti terkenal) ke restoran milik keluarga dan kaget.
  • Saya suka adegan Alex nyium Ella pertama kali. ^^
  • Saya suka adegan yang menggunakan setting restoran Italia milik keluarga Ella, lengkap dengan menu-menunya yang sukses bikin saya ngiler jadi pengen makan makanan Italia.
  • Most of all, saya suka covernya, jadi alih-alih cuma kasih nilai 3 atau 3, 5, saya kasih 4 bintang deh. ^^